Rupiah Hanya Mampu Menguat ke 13.000 per dolar AS di 2016
Read More : Rupiah Hanya Mampu Menguat ke 13.000 per dolar AS di 2016.
Read More : Rupiah Hanya Mampu Menguat ke 13.000 per dolar AS di 2016.
Read More : Swasta Bisa Bangun Kilang Minyak di RI.
Read More : KPPU Dorong Revisi UU LLAJ agar Ojek Online Punya Payung Hukum.
Read More : Presiden Akan Serahkan Adhikarya Pangan Nusantara.
INILAHCOM, Jakarta - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Fadhil Hasan mengkritik PT Freeport Indonesia (Freeport) yang melupakan alih teknologi.
"Sejak tahun 1967 sampai sekarang, Freeport tidak juga melakukan transfer of technology untuk kepentingan bangsa Indonesia," kata Fadhil di Jakarta, Kamis (17/12/2015).
Absennya transfer teknologi ini, kata Fadhil, menjadi alat bagi Freeport untuk menekan pemerintah. Dengan alasan, sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu alasan yang dibuat Freeport.
"Freeport Indonesia menakut-nakuti jika kontrak tidak diperpanjang operasinya alias berhenti, mereka katakan tidak ada SDM di sini. Kalau berhenti dikatakan juga beri dampak ekonomi besar dan Papua itu sendiri. Itu yang ditakut-takuti oleh Freeport," tutur Fadhil.
Fadhil berharap, pemerintah bisa bersikap tegas dan konsisten terhadap opsi memperpanjang kontrak Freeport. Kalaupun harus mengoperasikan tambang milik Freeport itu, Indonesia memiliki kapasitas. "Jangan biarkan ini diperpanjang lagi operasinya yang sesungguhnya juga bisa kita kelola secara mandiri," tutur Fadhil. [ipe]
#freeportindonesia #Papua #Freeport #Indonesia #Newmont ##mining #Indonesia #produksi #Ekonomi #Gerindra #PresidenJokowi #jokowi #JKW4P #Prabowo #SBY #SudirmanSaid #RizalRamli #MafiaMigas #migas #Korupsi #KPK #Nasional #tepokjidat #Megawati #capres #negara #Maluku #Ambon #Indonesia
Read More : Indef: Freeport Sengaja Lupakan Alih Teknologi.
Read More : Jakarta Butuh CBD Baru.
Read More : Pertamina Ambil Alih Pasok Avtur Maskapai di Timika.
Copyright © jurnal bisnis masa kini. All rights reserved.