Pemerintah tak Fokus Tumbuhkan Pekerjaan Perikanan
INILAHCOM, Jakarta - Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) mengingatkan pemerintah untuk fokus menumbuhkan lapangan pekerjaan sektor perikanan karena pertumbuhan sektor ini cukup besar.
"FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian PBB) menyebutkan, pekerjaan sektor perikanan tumbuh lebih cepat ketimbang populasi dunia. Sektor perikanan menyediakan pekerjaan bagi ratusan juta warga bumi," kata Sekretaris Jenderal Kiara, Abdul Halim di Jakarta, Sabtu (21/11/2015).
Untuk itu, kata Halim, produk perikanan menjadi salah satu produk pangan yang paling banyak diperdagangkan di dunia. Selain itu, perdagangan perikanan juga dinilai memberikan separuh keuntungan dari total produk yang di ekspor, khususnya di negara-negara berkembang.
"Jutaan orang di dunia mendapatkan penghasilan dan penghidupan di sektor perikanan tangkap dan budi daya," kata Halim.
Berdasarkan data FAO pada 2014, sedikitnya 58,3 juta orang terlibat di sektor perikanan tangkap dan budi daya pada 2012. Dari jumlah itu, sebanyak 37% adalah pekerja penuh, 23% paruh waktu, dan sisanya memanfaatkan sumber daya perikanan secara tidak menentu.
Sedangkan pada 2012, sekitar 84% pekerja perikanan tangkap dan budi daya tersebar di Asia, Afrika 10%, dan Amerika Latin dan Kepulauan Karibia 3,9%.
Dan, sebanyak 32% atau 18,9 juta adalah pekerja yang terlibat di tambak dan umumnya berada di Asia sebanyak 96%, Afrika 1,6%, dan Amerika Latin dan Kepulauan Karibia 1,4%.
Pada periode 2010-2012, sedikitnya 21 juta orang bekerja di sektor perikanan tangkap dan beroperasi di perairan lepas dan 84% tersebar di Asia dan 13% di Afrika.
"Secara historis, pekerjaan di sektor perikanan bergerak lebih cepat ketimbang populasi dunia dan sektor pertanian tradisional. Jumlah nelayan dan pembudidaya sebanyak 58,3 juta di tahun 2012 merepresentasikan 4,4 persen dari 1,3 miliar orang yang secara ekonomi aktif di sektor pertanian," kata Halim.
Sekjen Kiara juga menyebutkan, tidak hanya nelayan dan pembudidaya, perempuan nelayan/pembudidaya juga terlibat langsung di dalam aktivitas perikanan. "Sekitar 47 persen dari jumlah perempuan nelayan, bekerja di bagian pengolahan dan pemasaran hasil tangkapan ikan," papar Halim. [tar]
#SusiPudjiastuti #menterisusi #laut #jokowi #JKW4P #Prabowo #perikanan #budidaya #kapal #laut #ikan #fish #Indonesia #KKP #pengangguran #sarjana #BPS #loker #job #Lowongan #tepokjidat #NTT #Indonesia #Kupang #flores #Air #investasi #commodity #Tiongkok #China
Read More : Pemerintah tak Fokus Tumbuhkan Pekerjaan Perikanan.
0 komentar:
Posting Komentar